Paguyuban Reog Kecil Dusun Blimbing Mulyo, Menjadi Simbol Kecintaan Merawat Warisan Nusantara

  • Kim Desa Mojogedang
  • Oct 09, 2025

Mojogedang - Reog Ponorogo adalah salah satu seni tradisional yang khas dari Jawa Timur, dengan pertunjukan penuh warna dan makna mendalam. Dengan topeng besar, tarian penuh energi, serta musik gamelan yang khas, Reog bukan hanya sebuah tontonan, tapi juga simbol identitas budaya dan sejarah.

Di sebuah Dusun Blimbing Mulyo yang kaya akan tradisi, ada paguyuban Reog kecil yang memiliki kecintaan luar biasa terhadap seni budaya Reog. Meski usianya masih pada belia, semangatnya untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya ini sangatlah besar.

Paguyuban Reog Kecil dengan nama Eyang turonggo mulyo, yang di pimpin oleh anak dengan nama Dante, mengenal Reog sejak ia masih balita. Dari kecil selalu antusias menonton latihan dan pertunjukan Reog. Tidak hanya sekadar menonton, Dante pun mulai belajar memainkan beberapa alat musik tradisional yang mengiringi tarian Reog, seperti kendang dan gong.

Bagi Dante, merawat budaya bukan hanya tentang menjaga warisan agar tetap ada, tapi juga tentang memahami makna dan nilai di baliknya. Ia sering ikut berlatih bersama para penari dewasa, belajar bagaimana gerakan-gerakan dalam Reog menggambarkan kisah heroik dan perjuangan. Melalui seni ini, Dante belajar tentang keberanian, kerja sama, dan rasa cinta tanah air.

Paguyuban Reog Eyang Turonggo memiliki anggota dengan nama Ridho, Alfath, Fino, Dion, Vian, Afan, Erza, Agung, Adit, Dian, Dera, Azam, Ibnu.

Semangat Paguyuban Reog di Dusun Blimbing Mulyo menginspirasi anak-anak lain di dusunnya untuk lebih mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri. Budaya adalah jembatan penghubung antara masa lalu dan masa depan, yang harus dirawat dengan sepenuh hati agar tidak punah oleh perkembangan zaman.

Kisah paguyuban Reog Eyang turonggo mulyo adalah gambaran nyata bagaimana anak-anak sebagai generasi penerus memiliki peran penting dalam merawat dan melestarikan budaya. Dengan cinta dan dedikasi, seni budaya tradisional seperti Reog akan terus hidup dan berkembang, menjadi kebanggaan bukan hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. ( 09-10-2025 ) Dhawisa.